Senin, 15 Februari 2010

nisa al alamin

ndut.jpgNisail Alamin

Dalam suatu ruangan yang tak banyak cahaya yang bersinar karena cahaya matahari yang mulai redup, seorang pemuda yang kurang mengerti akan indahnya ciptaan dzat yang paling indah. Mata yang mulai memerah, memandangi disekeliling sudut kamarnya yang hanya ada deretan kitab-kitab yang sangat tua dengan terbitan dari kota kairo mesir dan makkah al mukarromah, berharap untuk bias mambaca dan kembali lagi mengebet lembaran demi lembaran yang sangat penuh dengan mutiara-mutiara indah didalamnya, yang tidak setiap manusia yakin bias mrmbaca dan bias memetik natijah didalamnya.

Memandangi wajah gadis yang berkerudung kuning sedang tersenyum manis dan tidak pernah mengeluh atas cobaan yang telah dialami karena dia adalah manusia terindah dengan setumpuk cita-cita ingin mambahagiyakan Abawain yang kasih sayangnya masih terasa hingga umur 20 tahun ini. Wanita idaman setiap mata lelaki yang melihatnya dengan mata hati karena mutiara yang tersirat tak akan pernah padam.

Sebut saja dengan panggilan “nisa” yaaa???? Nisa nama gadis berkerudung kuning tersebut. Pemuda tadi hanya menatapi foto gadis tersebut berharap ingin segera mendapatkan semua cintanya dengan keridhaan allah. Adakah jalan yang dapat menjadi himmah pemuda tersebut yakin dengan “hakkul Yakin” dapat meraih semua impiannya. Bukan karena dia mendambakan apa yang ada didalam kerudung kuning tersebut tapi karena kekaguman dan rasa syukur terhadap maha indah dengan ciptaanNya yang amat indah.

Ketidak berdayaan dari material membuat hati kecil pemuda tersebut goyah tuk mengucapkankan sighot Angkahtuka, wajawwaztuka, bikadza….tapi karena cinta dan kasih saying dari kerudung kuning menjadikan pemuda tersebut akan menjadikan api sebagai sejuknya air pegunungan dan dinginnya es sebagai hangatnya sutra kain marin yang membalut setiap tubuh dikala dingin menusuk tulang.

Subhanauloh ya rob, ketika engkau menjadikan hati ini hanya untuk gadis tersebut jaga dan lindungi semua anggota tubuh dan gerak agak cinta dari hati sang pemuda tersebut abadi dan ma’shum dalam lingkup hati yang engkau jaga.

nisa al alamin

ndut.jpgNisail Alamin

Dalam suatu ruangan yang tak banyak cahaya yang bersinar karena cahaya matahari yang mulai redup, seorang pemuda yang kurang mengerti akan indahnya ciptaan dzat yang paling indah. Mata yang mulai memerah, memandangi disekeliling sudut kamarnya yang hanya ada deretan kitab-kitab yang sangat tua dengan terbitan dari kota kairo mesir dan makkah al mukarromah, berharap untuk bias mambaca dan kembali lagi mengebet lembaran demi lembaran yang sangat penuh dengan mutiara-mutiara indah didalamnya, yang tidak setiap manusia yakin bias mrmbaca dan bias memetik natijah didalamnya.

Memandangi wajah gadis yang berkerudung kuning sedang tersenyum manis dan tidak pernah mengeluh atas cobaan yang telah dialami karena dia adalah manusia terindah dengan setumpuk cita-cita ingin mambahagiyakan Abawain yang kasih sayangnya masih terasa hingga umur 20 tahun ini. Wanita idaman setiap mata lelaki yang melihatnya dengan mata hati karena mutiara yang tersirat tak akan pernah padam.

Sebut saja dengan panggilan “nisa” yaaa???? Nisa nama gadis berkerudung kuning tersebut. Pemuda tadi hanya menatapi foto gadis tersebut berharap ingin segera mendapatkan semua cintanya dengan keridhaan allah. Adakah jalan yang dapat menjadi himmah pemuda tersebut yakin dengan “hakkul Yakin” dapat meraih semua impiannya. Bukan karena dia mendambakan apa yang ada didalam kerudung kuning tersebut tapi karena kekaguman dan rasa syukur terhadap maha indah dengan ciptaanNya yang amat indah.

Ketidak berdayaan dari material membuat hati kecil pemuda tersebut goyah tuk mengucapkankan sighot Angkahtuka, wajawwaztuka, bikadza….tapi karena cinta dan kasih saying dari kerudung kuning menjadikan pemuda tersebut akan menjadikan api sebagai sejuknya air pegunungan dan dinginnya es sebagai hangatnya sutra kain marin yang membalut setiap tubuh dikala dingin menusuk tulang.

Subhanauloh ya rob, ketika engkau menjadikan hati ini hanya untuk gadis tersebut jaga dan lindungi semua anggota tubuh dan gerak agak cinta dari hati sang pemuda tersebut abadi dan ma’shum dalam lingkup hati yang engkau jaga.