Minggu, 21 Maret 2010

asma al husna

Kata Pengantar
Ilmu kalam merupakan salah satu ilmu yang keberadaannya sangatlah esnsial bagi umat islam. Jangkawan ilmu inipun sangat luas, karena pembahasan fan ilmu ini berkaitan dengan zat ALLAH SWT maka perlu telaah yang lebih dalam mengenai betapa indah dan agung zat sang maha pencipta alam semesta dan isinya.
Untuk dapat membuktikan betapa pentingnya ilmu ini imam Muhammad ad-Dasuki dalam kitab beliau Ad Dasuki ala Ummul Barohin berpendapat” tiada seorang manusia dianggap sebagai beragama islam selagi orang tersebut belum dapat membuktikan dengan dalil-dalil naqli maupun aqli tentang zat Allah dengan sifat-sifatnya yang tersebut dalam hukum akal. Maka manusia seperti ini adalah seorang yang TAQLID dan orang yang taqlid dianggap tidak sempurna keimananya”.
Dalam sebuah hadist yang diriwatkan oleh Abu Hurairah ra. Rosululloh SAW bersabda : “ Allah mempunyai Sembilan puluh Sembilan nama, seratus kurang satu. Barang siapa pandai menghitungnya ( menghafalnya) maka dia masuk surga.”









A. Pengertian Asma al Husna
Ditinjau dari segi harfiah Asma al-Husna berasal dari dua kata yaitu asma dan al husna. Asma merupakan jama taksir dari isim yang mempunyai arti nama dan al-Husna yang yang mempunyai arti bagus. Jadi dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa Asma al-Husna yaitu nama-nama Allah yang bagus.
Begitu banyak ulama diberbagi bagian penjuru dunia mengamalkan Asma al-Husna sebagai amalan khususiah karena banyak sekali hadist yang menerangkan betapa hebat dan ampuh mu’jizat yang tersirat didalamnya.
لا تسبوا الدهر فان الدهر هو الله
Artinya janganlah engkau memaki masa, karna sesungguhnya allah itu masa.
Sebenarnya nama-nama Allah tidak hanya berjumlah 99 melainkan Allah mempunyai beberapa nama yang berjumlah 1000 nama yang tidak disebuatkan dalam hadist yang dianggap mashur seperti hadis yang diriwayatkan oleh imam At Turmuzy. Imam ibnu Abu Bakar al-Aroby dalam syarah at-Tirmizy berkata “ sebagian ahli ilmu telah mengumpulkan nama-nama Allah dari kitabulloh dan as-Sunnah sebanyak seribu nama”
As Syaukani dalam kitab tahfatudz dzakirin pun berkata demikian. Namun demikian hadist-hadist yang paling dianggap baik iyalah hadist yang telah dikemukakan oleh imam At turmuzy.
B. Macam macam Asma al-Husna
الله
Aisyah, ummul mukminin ra, suatu kali berkata kepada Rosululloh saw “ Ya Rosululloh, ajarkanlah kepada daku tentang mnama Allah, yang apabila aku menyebut nama-Nya dalam do’aku maka akan terkabul.
Rosululloh menjawab, pergilah berwudhu dan masuklah kedalam masjid dan shalatlah dua rokaat, kemudian Aisyah pun melakukan apa yang Rosululloh perintahkan. Ketika Aisyah duduk terdengar doa yang juga diucapkan Rosululloh maka ia pun berucap seperti yang ia dengan “ Ya Allah karuniakanlah olehku taufiq, ya allah aku memohon dengan segala nama mu Al Husna baik yang telah kami ketahui maupun tidak ………..
Ini menunjukan bahwa nama Allahu dijadikan rosululloh sebagai wasilah atas do’a beliau agar diijabah.

الرحمن الرحيم

Nama allah yang 2 ini selalu bersamaan dalam al-Qur’an. Sesungguhnya 2 lafadz ini mempunyai makna yang sama karena beasal dari asal kata yang sama yaitu رحم . manun saja dalam Ar rohman mengandung makna yang lebih luas karena tambahan huruf didalamnya lebih banyak dibandingkan dengan Ar rohim.
Arrohman mempunyai arti “yang maha pengasih dalam dunia dan akhirat sedangkan ar Rohim “yang maha pengasih dalam akirat saja” ini apabila ditelusuri maka arrohman itu kasih saying Allah itu umum terhadap umat manusia baik islam ataopun nono islam. Kita dapat liat, sebagai data otentik bahwa bukan hanya orang islam yang hidup berkecukupan melainkan non muslimpun hidup lebih dari orang islam sendiri. Itu menunjukan bahwa kasih saying Allah juga dapat dirasakan oleh mereka yang non muslim.
Ar Rohim sama dengan Ar Rohman tetepi jangkauan yang terdapat didalam kasih saying allah hanya mengena kepada mereka yang muslim ketika sudah berada didala alam akhirat.

الملك
Al maliku mempunyai arti yang maha merajai. Berbeda dengan mahluk ciptaan-Nya diantara raja raja yang ada dimuka bumi inimempunya kekuasaan yang terbatas. Terbatas kekuasaannya, terbatas waktu dan tempat. Kekuasaan yang mereka emban pada saat itu ada awalnya dan suatu saat pasti akan datang akhirnya. Entah karena meninggal dunia atau karena masa jabatannya telah berahir. Ini menunjukan bahwa tidak pantas sungguh bagi para pemimpin bartakabbur dan dzolim terhadap kaumnya karena hanya Allahlah yang berhak memimpin semua yang ada di alam jagad raya ini.
فتعلي الله الملك الحق لا اله الاهو ؤب العرش الكريم

Maha tinggi Allah raja yang sebenarnya, tidak ada tuhan selain Dia, tuhan yang mempunyai Arasy yang mulia ( Al-Mu’minun 116)
القدوس
Sesungguhnya lafadz ini mempunyai makna yaitu suci dari cacad dan noda. Sebuah nama yang bagus apabila dijadikan sebuah panggilan bagi anak manusia. Apabila nama abdul Quddus disebut maka dengan mudah ia masuk kedalam telinga, memenuhi dengan segala ruang hati dengan segala isinya.
ونحن نسبح بحمدك زنثدس لك
Sedangkan kami senantiasa memuji engkaudan mengkuduskan nama Mu…..
(Al Baqoroh- 30)
السلام
mempunyai arti maha pemberi keselamatan. Sungguh betapa indah nama ini betapa tidak bayangkan tiada kekuatan yang dapat member perlindungan atas adzab yang turun kepada alam semesta dan manusia kecuali As Salam. Gedung yang teramat kokoh dibuat manusia untuk tempat berlidung dari mara bahaya dapat runtuh seketika dengan hanya goncangan dan tekanan ari sebagai bencana alam. Tiada kekuatan yang dapat mnyelamatkan kecualio keselamatan dari Allah> begitu banyak peringatan dan keesaan yang telah diperlihatkan kepada manusia tetepi manusia enggan untuk berfikir…
افلا تتذكرون
Dan masih banyak lagi yang diantara asma al-Husna yang sangat indah yang dapat menjadikan pengenalan lebih dekat terhadap Allah diantaranya yaitu Al Mu’minun, Al Muhaiminun, Al Aziz, Al Jabbar, Al Mutakabbir, Al Kholiq, Al Bari’, Al Mushawwir, Al Ghoffar, Al Qohhar, Al Wahhab, Ar Rozak, al Fattah, al alim, al qobid, al basith, al khofidz, ar rofie, al mu’idz, al mudzil, al saami’, al bashir, al hakam, al adlu, al latif, al khobir, al halim, al adzim, al ghofur, al syakur, al. aliyu…………………………………
C. Rahasia Asmaul Al Husna
Sebagian orang mengatakan bahwa bagi setiap nama Allah ada rahasia rahasianya, ada khasiat khasiatnya yang berkaitan dengan pelimpahan kebijakan dan sebagainya. Bahkan sebaian orang mengatakan bahwa setiap nama Allah ada khadamnya dari malaikat bagi orang yang membacanya.
Sebenarnya setiap nama Allah adalah nama yang mempunyai keutamaan, yang menghsilkan pahala bagi yang membacanya. Dan apabila dibacakan nama nama itu dengan penuh kesadaran, sucilah jiwa sipembacaistimewa apabila disebutkan dengan hati yang khusyu’ dan memahami maknanya.
Sekedar ini sajalah yang kita peroleh dari kitabulloh dan sunnatur rosul. Maka janganlah kita berlebih lebihan dalam beragama dan janganlah kita menambah nambahkannya.
Telah disebutkan dalam beberapa hadist ismulloh al a’dzom. Pertama, dalam hadist yang diterima dari Buraidah ra. Ujarnya






“Nabi saw. Mendengar lelaki berdo’a dan mengatakan dalam do’anya: “tuhanku, sesungguhnya aku memohon kepada engkau karena (bahwasanya aku bersaksi bahwasanya engkau adalah Allah, tak ada tuhan melainkan engkau, Allah yang esa, yang dituju dalam memperoleh segala maksud. Yang tidak mempunyai anak, dan tidak pula dioeranakan, dan tak ada bagiNya seorangpun yang sebanding dengan Dia”. Berkata Buraidah, maka bersabdalah Nabi: “demi tuhan yang diriku ditangan-Nya, demi Allah sungguh orang ini telah memohon kepada Allah dengan nama-Nya, yang paling agaung yang apabila dido’akan sesuatu dengan nama itu, niscaya allah memperkenankan, dan apabila dimohonkan sesuatu dengan nama itu, niscaya Allah memberikan” .
Ke-dua dalam hadist yang diterima dari Asma’ Binti Tzid bahwasanya Nabi saw bersabda:





“Nama Allah yang a’dzom terdapat dalam kedua ayat ini, yaitu wailahukum ilahu wahid lailaha illa huwa arrohmanurrohim, dan permulaan suratal-Imron, yaitu Alif lam mim aullohu la ilaha illa huwal hayyul quyyum”.














Daftar Pustaka
Muhammad Ibrahim Salim, Dibalik nama nama Allah, gema insane prees , Jakarta 1993 hal 9A.W. Munawir, kamus al Munawir edisi k-2
Tengku Muhammad habsyi as-Shiddiqy, sejarah & pengantar ilmu tauhid\kalam, pustaka rizki putra, Semarang 174
Abu Hajar al-Haitami, fathul mu’in, hlm 4





































PENGENALAN
KEPADA TUHAN MELALUI
ASMA AL HUSNA

Makalah
Dipersentasikan dalam mata kuliah
Ilmu kalam









Oleh
Abdullah al-Faqih
Vike Wulandari

PROGRAM STUDY
KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
FAKULTAS DAKWAH & KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1430 H/2009 M

Tidak ada komentar:

Posting Komentar